Make your own free website on Tripod.com
                            www.muslim.good.to

Persoalan penyaliban, kebangkitan, kenaikan, dan akan turunnya Isa Al-Masih ke bumi pada akhir zaman, selama ini masih menjadi kontroversial, termasuk dikalangan umat Islam sendiri.

 

Mempertanyakan Kebangkitan Dan Kenaikan

Isa Al Masih

 

Oleh: Hj. Irena Handono

 

 

*       Pendahuluan

 

Persoalan penyaliban, kebangkitan, kenaikan, dan akan turunnya Isa Al-Masih ke bumi pada akhir zaman, selama ini masih menjadi kontroversial, termasuk dikalangan umat Islam sendiri.

 

Memprihatinkan sebenarnya, sebab persoalan-persoalan diatas sebetulnya adalah konsep dan doktrin Kristen.  Jika konsep dan doktrin tersebut sampai menjadi keyakinan umat Islam, inilah yang disebut memprihatinkan.

 

Itulah yang melatar belakangi penulisan artikel ini. Seperti yang akan penulis jelaskan, Islam sama sekali tidak mengajarkan keyakinan seperti diatas. Al Quran sebagai paradigma umat Islam, sama  sekali tidak mengajarkannya. Sebaliknya Al-Quran justru memberikan bantahan-bantahan atas keyakinan  tersebut. Disinilah fungsi Al-Quran sebagai pembeda (Furqan) antara yang hak dan yang batil mendapat pemaknaannya.

 

Fungsi pembeda Al-Quran dalam  hal ini terutama berkaitan dengan penggunaan Bibel kitab suci pemeluk Kristen sebagai salah satu dalam rujukan ini.

 

Seperti kita pahami bersama, percaya kepada kitab Allah yang diturunkan kepada para nabi termasuk pada nabi sebelum nabi Muhammad SAW adalah bahagian dari rukun Iman. Sebagaimana firman Allah:

 

”Dan mereka yang beriman kepada kitab (Al-Qur’an) yang telah diturunkan kepadamu dan kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu (Taurat, Zabur dan Injil), serta mereka yakin adanya (kehidupan) akhirat. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung”.

(Al Baqarah/2:4-5.)

 

Walaupun Zabur, Taurat dan Injil yang sekarang sebagian besar bukan lagi murni kalam Allah, karena sudah banyak pemikiran manusia yang masuk didalamnya, namun masih ada kebenaran yang tersisa padanya. Kebenaran itulah yang kita ambil sedangkan bagian yang salah itu kita tinggalkan. Ini seperti yang digariskan Nabi Muhammad SAW:

 

”Apabila ada ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) berbicara kepadamu, maka janganlah kamu mendustakannya dan janganlah kamu membenarkannya. Tetapi katakanlah kami beriman kepada apa yang dituurunkan kepada kami, dan kami beriman kepada apa yang diturunkan sebelum kami. Apabila yang diturunkan itu haq (benar-benar firman Allah), janganlah kamu mendustakannya. Tetapi apabila yang dikatakan itu batil (bukan berasal dari Allah maka janganlah kamu membenarkannya”.

(HR. Muslim,Abu Daud dan Tirmidzi)

 

Kita bisa tahu bahwa ada ayat-ayat Al Kitab yang mengandung kebenaran dan sebaliknya banyak yang mengandung kepalsuan, karena fungsi Al-Qur’an sebagai pembeda tadi, banyak sekali bantahan dan koreksi yang diberikan Al-Quran terhadap kitab-kitab terdahulu, termasuk Bibel seperti yang akan kita lihat nanti.

 

Ditinjau dari sejarah pun, sebenarnya konsep tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan. Karena disamping tidak didukung data-data otentik dan pemikiran rasional-logis, Bibel sendiri jika dikaji secara kritis seperti akan terbaca dalam artikel ini tidak mengajarkannya.

 

Adalah menjadi harapan kita, jika umat Islam tidak teracuni oleh ajaran-ajaran yang tidak bisa dipertanggungjawabkan tersebut, untuk itulah artikel ini ditulis yang akan menjelaskan secara gamblang, bagaimana sebenarnya persoalan penyaliban, kebangkitan, dan akan turunnya Isa Al-Masih pada akhir zaman dalam perspektif kebenaran objektif.

 

next>>>

 

 

MEMPERTANYAKAN KEBANGKITAN DAN KENAIKAN ISA AL-MASIH

¨       Kisah Penyaliban

¨       Kebangkitan Isa Al Masih Dan Penampakan Dirinya

¨       Kenaikan Isa Al-Masih

¨       Isa Al-Masih Kembali Ke Dunia?